Saya dan Sketsa

“Kuliah jurusan desain dimana?”.

Saya geleng kepala, tersenyum, dan membatin, “Amin”.

 

DSCF0239

Salah satu contoh design yang…. ah, sudahlah!

 

Kebahagian minggu ini, blog saya sudah bersih sebersih bersihnya dari segala macam kisah galau yang biasa saya torehkan di dunia maya. Mereka (kisah, red) sudah ber”hijrah” ke sebuah website tempat saya mencari nafkah. Bagi saya -seorang penulis lepas yang malas membaca- agaknya susah untuk konsisten mengirim naskah. Daripada itu, saya lebih suka memadukan warna, melihat gambar, dan membuat skesta.

 

DSCF0232

fav.

 

Jangan heran, kalau sebagian pihak mengira saya memiliki latarbelakang pendidikan tata busana. Terlebih, menurut mereka saya mempunyai selera fashion yang mumpuni. Sebenarnya sih, itu cuma desakan keadaan yang mengharuskan saya seolah berpakaian “baru”. Padahal, hanya bermodal baju lama yang saya padu-padankan dengan stock atasan lawas lainnya. Kalau sudah bosan dan minim pekerjaan, saya gunting untuk mengubah modelnya.

Beberapa tahun silam, saya mendapatkan seragam nikah oleh sahabat SMA saya. Jadilah, segala unek-unek saya lampiaskan pada bahan satin berwarna abu-abu muda itu. Panjangnya cukup untuk membalut tinggi badan 170 sentimeter. Sejak itu, saya jadi semangat membuat design dan merealisasikannya. Bahkan, sebelum akhirnya memilih melanjutkan pendidikan yang sedang saya kenyam, sempat saya kembali ke Ibukota mendaftarkan diri menjadi mahasiswi di salah satu sekolah mode bersertifikat Internasional. Ya… namanya juga orang tua, terbenturlah restu oleh mereka. Hampir dua bulan di Jakarta, semua sia-sia dan membawa kembali pulang sejumlah gulungan kain yang sudah saya persiapkan untuk melakukan demonstrasi saat pendaftaran kelak.

 

004

Nah, ini kain seragam yang dimaksud. Btw, foto diatas diambil sekitar tahun 2014.

 

Di kota Daeng, saya tidak tinggal diam. Hobi menggambar saya semakin getol, semakin stress semakin banyak pula karya yang bertelur haha (stress yang berfaedah, red). Usai siaran, saya keliling kota untuk mencari penjahit yang bisa diajak kerjasama. Lalu, menelusuri tiap toko demi mendapatkan harga kain yang bersaing. Kurang lebih satu bulan, saya memberanikan diri menciptakan clothing line bernama HaveId.

 

DSCF1199

 

D

 

DSCF0847

 

I was to create to be created.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s