Harga Warung, Menu Resto

“Emang ada gitu makanan porsi banyak tapi gag bikin tagihan bengkak?”.

“Ada!”.

 

IMG20161214123800

Udang Goreng Tepung. Yummy!

 

Terkadang, rutinitas membuat saya jarang makan di rumah. Sesubuh apapun bangun, laptop langsung jadi barang jarahan pertama saya. Biasanya, mata akan terus menatap layar sampai jarum jam tepat berhenti di angka tujuh. Setelahnya, ke-riweh-an menghantui mulai dari mandi, memilih pakaian, mengenakan hijab, sampai akhirnya menutup pintu gerbang rumah dengan basmalah. Hampir dua minggu terakhir saya tidak pernah sarapan, pun itu dirangkap dengan makan siang yang saya “jamak” di kantin fakultas. Berhubung saya agak bermasalah dengan makanan keras, mie kering selalu jadi pilihan menu utama. Karena, makanan itu akan lunak dengan sendirinya setelah disiram dengan kuah bertektur kental yang telah bercampur sayur dan bakso.

Entah berapa banyak langkah yang saya tempuh siang itu, baru jam 13.00 tapi sudah lapar lagi haha. Berhubung masih ada waktu tersisa dua jam sebelum ke kantor, saya memutuskan untuk melipir ke Jalan Monginsidi Lama. Disana, ada salah satu restaurant yang menyajikan makanan enak tanpa perlu bayar mahal. Beberapa rekan kerja saya sangat merekomendasikan tempat ini. Namanya, Rica-rica bertagline Harga Warung, Menu Resto. Saya jadi penasaran, apa emang seperti itu?

Sayapun memesan Ikan Bandeng tanpa tulang, Kangkung Bunga Pepaya, Udang Goreng Tepung, Nasi Putih, Es Anti Galau, dan Air Mineral. Tak lama, sederet makanan ditambah empat jenis sambal sudah tersaji rapih di atas meja. Rasanya? Luar biasa nikmat. Tidak seperti Ikan Bandeng pada umumnya, di restaurant ini Ikan Bandeng senilai Rp 55.000,- tersebut digoreng tanpa tulang dan berbentuk bulat menyebabkan daging pada ikan seperti hilang di satu sisi. Sementara, di sisi ikan yang sama justru daging ikan masih menempel pada tiap ruas tulang ikan. Parutan keju dan potong nanas yang memanjang pada bagian atas ikan, membuat tampilannya sangat menarik. Ditambah, sedikiti siraman saos dan mayonnaise menjadikan rasa ikan lebih sedap. Porsinya juga cukup besar, bisa di konsumsi dua sampai tiga orang. Begitupun, Kangkung Bunga Pepaya yang dibandrol seharga Rp 15.000,- per porsi. Sayurannya sangat gurih dan tidak ada rasa pahit sedikitpun yang umumnya timbul karena Bunga Pepaya. Sementara, rasa gurih datang dari Udang Goreng Tepung yang sangat pas dicocol dengan pilihan empat varian sambal.

IMG20161214123748

Ikan Bandeng Tanpa Tulang. Fokus sama parutan kejunya, guys! Ndess~~

 

IMG20161214122436

Sambel empat varian


Puas menikmati makanan berat, saya mencicipi Es Anti Galau seharga Rp 23.000,- Penampakannya mirip es teler, hanya saja ada tambahan kacang merah yang beradu dengan potongan alpukat, dan serutan es berbalut susu kental cokelat. Jangan tanya rasa segar yang berhasil diciptakan si Es Anti Galau ini saat saya menyeruputnya pada saat matahari tengah terik-teriknya.

IMG20161214122641

Es Anti Galau. Slrupp~~

 

IMG20161214122948

 

Suasana di restaurant ini sangat nyaman, terlihat seperti restaurant keluarga sebab susunan kursi yang disodorkan berkisar untuk empat hingga enam orang tiap satu meja. Kamu juga bisa memilih untuk berada dalam ruangan non smoking area atau tidak. Banyak yang mengira makan di restaurant seperti ini akan menghabiskan dana lumayan besar. Padahal dengan porsi yang ada, kamu layaknya membayar biaya makan di warung kaki lima.

 

Rica-rica by Wisata Bahari

Jalan Monginsidi Lama No. 60 Makassar

0411-852311

Advertisements

2 thoughts on “Harga Warung, Menu Resto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s