Biar Hemat Jadi Nikmat

“Perasaan bulan ini enggak beli barang yang macem-macem, kok saldo sisa segini yaa?”

“Kepengen banget nonton konser itu, tapi apa daya tabungan kayaknya enggak cukup!”

 

 

Enggak ada yang pernah bisa menebak kebutuhan mendesak dan sangat prioritas yang menggerogoti saldo tabungan anda. Yup! Agustus ini jadi bulan terberat bagi saya. Selain karena sisa saldo tabungan yang miris, beberapa penghasilan tambahan saya pun berkurang. Pendapatan saya sebelumnya terbilang cukup dari pekerjaan saya sebagai penyiar dan penulis konten di salah satu rubrik online di Jakarta. Sayangnya, Juli lalu jumlah viewer konten saya tidak terlalu banyak sama halnya dengan jumlah netizen yang men-share konten tersebut. Jujur saja, fee saya sebagai penulis konten tidak “sekeren” yang orang lain bayangkan. Makanya, jumlah viewer dan aktivitas “share” konten atau artikel yang dilakukan netizen sangat berpengaruh terhadap besaran digit bonus yang akan di transfer melalui rekening ATM hahaha. Juga, beberapa kali absen siaran pada bulan lalu, membuat gaji yang saya terima tidak sebanyak biasanya.

Jadilah, saya mencoba “medit” pada diri sendiri. Metode hemat yang saya lakukan memang belum berjalan sempurna. Terbukti dari total saldo yang belum beranjak signifikan dari angka sebelumnya. Tetapi, ini cukup membuat saya berpikir lebih keras ketika ingin membelanjakan uang saya. Sehingga, saving pun bisa dilakukan. Meskipun, kadang uang yang saya simpan terpakai juga untuk hangout saat akhir pekan. Biar hemat kamu jadi nikmat, kamu bisa menjajal cara seperti:

 

Jangan makan di luar

Nah, yang satu ini sudah saya lakukan hampir tiga minggu belakangan. Bayangin, dalam sehari saya bisa menghemat sekitar Rp 50.000 hanya dengan menerapkan konsep sarapan dan makan malam di rumah. Untuk makan siang di luar pun, saya konsisten tidak membeli kudapan yang harganya di atas Rp 20.000 per porsi. Jadilah, menu yang biasa saya santap adalah menu ala rumahan yang jauh lebih sehat dengan varian empat sehat lima sempurna. Biaya yang biasanya saya keluarkan bahkan berkisar antara Rp 10.000-Rp 15.000. Murah banget kan?

 

jajan
credit photo: http://www.cdn.yukepo.com

 

Kerja tugas di rumah

Sebagai mahasiswa tingkat akhir, mengerjakan tugas sudah jadi rutinitas hampir setiap hari. Selain buku, internet menjadi referensi saya untuk mencari bahan bacaan. Berhubung di rumah tidak ada wifi, jadilah saya melipir ke café untuk mendapatkan jaringan internet. Sekalian, buat icip kopi atau mencoba cake yang dijual disana. Sampai suatu ketika, saya menemukan nota-nota berserakan dalam tas. Saya kaget sendiri dengan jumlah yang saya akumulasikan dari nota-nota tersebut. Apa saya seboros itu?

Daripada saya nongkrong di café, lalu mengeluarkan selembar kertas biru untuk secangkir kopi. Lebih baik saya membeli modem, mengisinya dengan pulsa paket data, membeli kopi atau cemilan sebagai teman kerja tugas di rumah. Lumayan, saya bisa menyimpan sampai Rp 300.000 selama tiga minggu saya mengerjakan tugas di rumah (tepatnya di kamar, red).

 

researchpaper
credit photo: http://www.1.bp.blogspot.com

 

Hindari stalking

Keingintahuan manusia memang sudah tidak bisa terbantahkan lagi di era digitalisasi sekarang ini. Bisa keliahatan lho, dari banyaknya pengguna internet di Indonesia yang menduduki posisi lima besar terbanyak di dunia. Wajarlah, secara para netizen menyelam asyik di dunia maya sekedar melakukan stalking beberapa akun yang kemudian menghabiskan jumlah kouta. Saya pun demikian, dulu!

Sekarang? Saya berhenti karena sadar dalam sebulan saya membeli 20 GB lalu membuangnya untuk hal yang tidak bermanfaat. Semisal, men-scroll feed instagram seseorang hanya untuk melihat betapa kerennya gaya si pemilik akun yang ujung-ujungnya membuat saya iri dan terintimidasi haha. Atau, menonton snapgram para selebgram yang berakhir dengan kata “andai saya kayak dia”, alhasil saya malah enggak pernah bersyukur sama diri sendiri. Toh, 20 GB yang saya habiskan dalam sebulan itu juga enggak berimbas terhadap tugas-tugas yang masih saya kerjakan di café.

Jadi, daripada stalking saya lebih memilih membaca artikel, blog, atau berita melalui media sosial. Pun, itu saya lakukan jika mendapatkan wifi gratis seperti di kampus atau melalui komputer dengan bermodalkan modem pribadi. Adapun, paket data 8 GB per bulan yang saya pakai sekarang untuk komunikasi dan mencari hal-hal urgent di internet melalui smartphone.

 

stalking-gebetan-4-532x355
credit photo: papasemar.com

 

Jadwalkan hangout

Hangout bukan prioritas sih, tapi menurut saya penting banget supaya kamu enggak lupa cara bersosialisasi dan enggak buta sama lingkungan yang terjadi di sekitar. Tapi, tetep ada aturannya. Sekarang saya masih nyari aturan yang pas buat diri sendiri. Contoh, menetapkan budget maksimal untuk makan dan minum di café dan hanya boleh hangout saat malam minggu aja. Tapi, untuk jadwal hangout seminggu sekali itu kayaknya belum mempan karena saya masih berasa boros. Mungkin bulan depan saya mau mencoba untuk hangout setiap dua minggu sekali. Good luck for me!

 

nongkrong
credit photo: http://www.anythingjakarta.com

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s