F8

“Ke F8 lagi? Ngapain?”

Perlehatan Makassar International Eight Festival dan Forum 2017 (Festival F8) kembali dilaksanakan di Anjungan Pantai Losari, Makassar, pada 6 – 10 September. Saya pernah membaca, event ini menghadirkan tamu perwakilan dan atlet dari 35 negara. Jadi, jangan heran jika terdapat nuansa internasional yang sangat kental tanpa melupakan unsur khas tradisional.

Oiya, tahun ini merupakan kali kedua kegiatan tersebut dilehat dimana sebelumnya digelar pada 2016. Saya ingat betul, ketika itu saya meliput untuk rubrik entertainment. Senang rasanya bisa hampir seharian mengikuti sederet artis ternama latihan mengolah vokal. Bahkan, saya berada dibelakang panggung bersama mereka sesekali bercanda dan bercerita seolah kami teman lama (maunya sih gitu yaa bisa temenan sama artis 😀 *ngarep).

Berbeda, kali ini saya datang sebagai pengunjung tanpa embel-embel kartu pers atau free access. Sedih? Enggak lah, toh saya merasa seperti liputan karena sibuk mengambil gambar, merekam video, serta mencari hal-hal unik dan berbeda dari tahun sebelumnya. Meskipun saya tidak menyaksikan atraksi pesawat Jupiter Akrobat Team TNI Angkatan Udara (AU) yang membuka acara tersebut pada hari pertama. Tetapi, hari kedua saya bersama Teti mengunjungi F8 untuk menjajal kuliner yang disuguhkan disana.

Saya membeli Es Krim Toping seharga Rp 5.000 dengan varian rasa strawberry dan vanilla. Sebenarnya saya mau mencicipi Es Mambo, sayangnya sudah habis ketika saya datang pukul 19.30 WITA huhu. Teman saya, Teti membeli Hausq Milk Tea rasa Taro. Keduanya cukup menyegarkan suasana yang lumayan padat di sekitar pantai karena banyaknya masyarakat yang ikut serta meramaikan gelaran F8. Maklum saja, acara ini memang tidak dipungut biaya.

 

vlcsnap-2017-09-11-09h17m57s21
Es Jadhoel

 

vlcsnap-2017-09-11-09h17m49s185
Es Krim Toping

 

DSCF3310
Hausq Milk Tea

 

By The Way, maafkan soal kualitas foto yang agak sedikit buram. Karena sebenarnya gambar tersebut adalah hasil take a snapshoot dari video saya hehe. Lanjut lagi yaa.. selain itu, kami juga membeli Bakso dan Sosis bakar, masing-masing dibandrol dengan harga Rp 17.000 dan Rp 15.000. Kenapa kami membeli itu? Sebab, hanya jenis cemilan itulah yang banyak dijual dan tidak perlu menunggu antrian dibanding jajanan lainnya. Rasanya? Seperti bakso dan sosis pada umumnya haha.

 

DSCF3316
Bakso Bakar

 

vlcsnap-2017-09-11-08h36m11s4
Sosis Bakar

 

Usai menyatroni booth kuliner, kami mengarah ke area Fine Art dan Film. Yup! Kami berdua sangat menyukai tempat ini. Banyak lukisan dan mural yang memanjakan mata pengunjung. Waktu yang kami habiskan di lokasi ini pun terbilang lama. Menurut kami, banyak spot bagus sebagai background foto kekinian a.k.a instagramble haha.

 

DSCF3343

 

DSCF3344

 

DSCF3346

 

DSCF3347
Kalau yang ini, patungnya emang udah ada di pantai hehe

 

DSCF3351

 

DSCF3352

Setelahnya, kami menyusuri arena lainnya yaitu Flora dan Fauna. Ketika saya menginjakkan kaki disana, tengah berlangsung perlombaan yang sangat seru dimana beberapa burung saling berkicau satu sama lain. Ada pula burung hantu, anjing, iguana dan binatang melata lainnya. Ya, festival F8 terdiri dari 8 ragam kegiatan, yaitu Fashion, Food & Fruit, Fusion Music, Fiction Writer, Folk, Flora & Fauna, Fine Art dan Film. Semoga tahun depan masih ada pegelaran serupa, makin banyak pihak-pihak yang berpartisipasi, dan lebih kreatif serta unik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s