Fit For Your Feet

“Lah? Udah tinggi pake heels?”

“Ke undangan pake sneaker? Yang bener aja!”

 

 

Dua pertanyaan diatas pernah saya dapati. Terutama, untuk pertanyaan pertama yang kerap terlontar beberapa akhir belakangan. Memiliki tinggi 170 sentimeter membuat saya serba salah mengenakan heels. Disatu sisi, saya ingin terlihat lebih rapih dan santun dengan jenis sepatu yang satu itu. Disisi lain, beberapa pasang mata acap kali memandangi saya dari ujung kaki hingga ujung hijab.

Kali pertama saya mengenakan heels karena alasan sepeleh. Banyaknya genangan yang bermunculan di beberapa titik jalan yang saya lalui menjadi penyebabnya. Saat itu saya memakai sepatu kets biru navy, cukup risih sih! Sejeli apapun saya mencari jalan agar tidak terkena genangan air, tetap saja cipratannya mengenai sepatu saya. Belum lagi, kalau genangannya merembes hingga masuk kedalam sepatu. Jadilah saya menjajal heels setinggi 5 cm. Sekali, duakali, saya enggak nyaman. Tapi, lama-kelamaan saya merasakan sendiri manfaatnya. Selain terbebas dari genangan air yang datang saat musim penghujan tiba, heels juga mampu meningkatkan performa penampilan saya. Cielaaaah….

 

PicsArt_02-17-12.51.06

 

Yup! Beberapa bulan lalu, saya melakukan penelitian di sejumlah instansi. Saya mendapatkan dua perlakuan berbeda di tempat yang sama hanya karena sepatu. Kok bisa? Jadi, waktu pertama saya ke instansi A, saya mengenakan heels secara tidak sengaja karena semua sepatu saya cuci dan belum ada satupun yang kering. Lusanya, saya ke instansi tersebut mengenakan sepatu sneakers andalan saya, dan responnya pun luar biasa.

“Urus apa, dek?”, tanya salah seorang pegawai disana.

Wah… saya dipanggil adik. Kemarinan saya kesini dipanggil ibu dan mereka penuh santun membantu saya mengurus segala administrasi dan keperluan saya meneliti. Hari itu, saya seperti mahasiswa yang terkadang dianggap sebelah mata. Apa karena penampilan saya? Iya benar! Ini terbukti ketika pada minggu depannya, saya coba menggunakan heels dan berpakaian ala office look. Mereka lebih ramah dan segan, sambil sesekali melihat surat penelitian saya. Pernah mengalami hal seperti ini, dipandang rendah hanya karena penampilan?

Berdasarkan pengalaman itu, sekarang saya lebih hati-hati dalam menggunakan apapun. Saya harus tahu persis agenda saya selama satu hari penuh, kemana, dengan siapa, dan untuk keperluan apa? Contohnya gini…

Kampus

Kalau ke kampus saya tinjau lagi tujuan saya. Apakah untuk bertemu dosen? Kuliah? Mengikuti seminar? Atau hadir dalam ujian mahasiswa lain? Karena saya mencoba menempatkan diri pada kondisi tersebut. Jika bertemu dosen, sebisa mungkin saya berpakaian rapih dengan atasan kemeja atau blazer, bawahan celana kain, dan sepatu tinggi semacam heels atau wedges. Setelan itu juga berlaku ketika saya menghadiri seminar, kuliah umum, atau hadir saat ujian mahasiswa lain. Berbeda saat saya kuliah sehari-hari, saya lebih memilih mengenakan cardigan dengan dalaman kaos, atau sweater yang saya padankan dengan dalaman kemeja. Bawahannya saya lebih nyaman memadukan rok dan sepatu kets maupun sneakers. Untuk tas, saya lebih sering memakai tote bag atau tas ransel karena barang bawaan saya sangat banyak. Serasa mau pindah rumah, haha.

 

 

IMG_6162

 

IMG20170803130843

 

367

 

Kerja

Nah… kalau ini perlu dispesifikasikan lebih dalam, kerjanya apa? Karena saya bergerak dibidang media yang tidak mengharuskan saya berpakaian kantoran, jadilah saya bereksperimen. Tetapi, tetap santun dan rapi. Biasanya sih, saya lebih mengeksplore selera fashion saya jika seharian berada di kantor. Tasnya pun lebih simple, seperti clutch atau sling bag.

 

IMG_9246

 

IMG20170909135047[1]

 

Hangout

Agenda yang satu ini biasa terjadi tanpa komunikasi terlebih dahulu, sifatnya insidentil. Pernah, saya salah kostum karena mengenakan office look saat weekend. Wajar, dari pagi-sore saya harus bertemu klien yang menuntut saya berpakaian demikian. Malamnya, saya dapat ajakan ngopi dari teman saya haha. Jujur sih, saya tidak punya rule khusus untuk berpakaian saat hangout. Biasanya tergantung sepatu, jika saya mau beralaskan sneakers saya memilih menggunakan rok panjang dengan atas kaos lengan panjang. Sementara, kalau flatshoes saya mengenakan bawahan celana kain dengan atasan cardigan dan dalaman kaos bercorak. Lain halnya pada sepatu kets, saya menjatuhkan pilihan pada celana kain dengan kemeja flannel yang kancingnya dibiarkan terbuka dengan dalam kaos polos. Berbeda, heels atau wedges biasa saya pakai jika mengenakan celana jeans dengan atasan blouse, tunik, atau sweater. Tapi, terkadang saya mix and match juga kok! Jadi enggak melulu begitu.

 

IMG-20170630-WA0022

 

PicsArt_06-06-11.57.34

 

17-06-08-21-08-43-935_deco

 

Kalau kamu, gimana gengs?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s