Singkat

“Pastiin aja dulu, kamu maunya gimana. Aku ikut kamu aja”.

Duh! Kalimat pembukanya berhasil mengubek-ubek suasana hati. Mood amburadul, emosional naik-turun. Kalau enggak kepengen baca post ini, silahkan di skip gengs bakalan berhawa “menjijikan” soalnya.

Kutipan diatas merupakan isi Whatsapp sisa semalam yang belum sempat saya balas. Mungkin karena terlalu lelah disibukkan dengan pekerjaan, belajar (lagi!), maintenance akun sosial jualan, bertemu vendor penjahit, dan sampailah saya pada titik terkapar di kasur tak berdaya. Tanpa berganti pakaian dan bersih-bersih sekalipun.

Pagi kemarin, saya merem-melek baca isi pesannya. Sejak Agustus, komunikasi kami terbilang lancar. Saya kenal dia dari teman saya. Namanya? Inisialnya aja, D. Awalnya sih yaa risih secara enggak kenal apalagi akrab. Cuma yaa lama-lama luluh juga karena pas saya ujian sidang, si D datang ke Makassar meskipun tiba malam. Tujuan utamanya karena kerjaan, tapi yaa sambil menyelam minum air kobokan hihi. Jadwal semestinya doi bertandang ke Kota Daeng itu awal Oktober (kalau enggak salah). Setelah itu, saya ketemu lagi akhir Oktober di Jakarta. Si D emang domisili sana, keluarganya pun. Termasuk, pekerjaan, aktivitas, dan pergaulannya. Walah… saya mah apa atuh remah remah pop corn, keluarga ane nyebar di belahan kota Indonesia soalnya gan :’)

Saya pribadi enggak pernah berhasil menganut sistem Long Distance Relationship (LDR). Dua kali gagal membuat saya berpikir keras kalau harus jatuh di jalan yang sama lagi. Seperti sekarang, kami menyebutnya apa yaa? Teman? Enggak! Pacar? Bukan! Tunangan? Big No! Gini aja kali yaa… kalau saya minta tolong dan kepepet banget, dia pasti usahain ada. Begitupun sebaliknya. Sejauh ini, doi baru sekali minta tolong untuk dibantu mengartikan sebuah pesan singkat dimana isinya dominan mengenakan bahasa Bugis. Sebenarnya sih saya enggak ngebantu banyak, karena saya juga enggak terlalu paham bahasa Bugis. Bantuan yang paling parah sih ketika saya nyasar naik BRT hahahahaha. Receh! Doi sampai izin ngantor setengah hari karena panik pas tahu saya naik Busway ke arah Pluit sementara tujuannya ke Tanah Abang. Pengetahuan saya tentang jalanan di Jakarta emang belum khatam. Maklum, kecil di Kalibata tua di Toddopuli :’) Pindah rumahpun ke Cempaka Putih masih suka salan jalan pas masuk kompleks pula.

Processed with VSCO with m5 preset
Dicrop, karena ekspresinya enggak banget. Tapi, alhamdulillahnya udah difotoin haha

 

Processed with VSCO with m5 preset
 Kenapa gag ada foto berdua? Nanti aja di pelaminan :))

Oiya, kami pernah bertengkar karena hal sepeleh. Klimaksnya, Jumat, 10 November lalu. Dia rela datang ke Makassar menggunakan pesawat penerbangan subuh. Iya! Marahnya sampai segitunya. Saya aja shock pas ditelepon dan sudah ada di terminal kedatangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Hal ini bermula gegara salah seorang teman dekatnya mendapati saya jalan berdua dengan teman lelaki saya di XXI. Ditambah, doi mencoba menghubungi saya berkali-kali dan ketika akan saya angkat, handphonenya mati total. Bye! Dari situ, saya sempat berpikir kira-kira doi itu kesambet setan apa? Rela buang-buang duit tiket hanya perkara yang sebenarnya bisa dibahas via telepon. Pacar juga bukan! Posesif? Iya kali ya!

Saking enggak enaknya sama doi, saya ada niatan untuk “mengabaikan” tentang kita. Cielah… kita. Preeeet! Kalau dihitung-hitung, mungkin sudah tiga kali D melayangkan pertanyaan yang sama. Dan, ketiga kalinya juga saya selalu menjawab, “kamu mau nunggu?”. Hasilnya pun sama, ia selalu membalas, “pastiin aja dulu, kamu maunya gimana. Aku ikut kamu aja”. Persis seperti itu, selalu!

Saya dan kamu, bukan mustahil menjadi kita. Tapi, enggak menutup kemungkinan menjadi egois. Seandainya pun bakalan satu, ada peluang untuk berpisah karena masalah waktu. Bagi saya, yang pasti itu hanya kematian. Termasuk, perasaan yang mati kelak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s