Kesalahan 2017

“Konsisten dong! Minggu lalu kepengennya itu, sekarang kepengennya lain. Gimana?”

IMG_20171231_232220_168
Salah satu cara melewati malam pergantian tahun dengan melakukan hal yang saya sukai

 

Memasuki hari ketiga awal 2018, terasa seperti apa yaaa? B aja sih! Hahaha. Saya cenderung menganggap pergantian tahun itu adalah hal yang normal. Enggak perlu ada yang dilebihkan, pun perayaan malam tahun baru jarang saya lakukan. Bahkan, kalau flashback ke masa-masa sebelumnya saya lebih memilih tidur lebih awal sekitar pukul 20.00 atau 21.00 pada 31 Desember. Kenapa? Karena saya merasa sangat terganggu dengan bunyi gegaduhan pada malam tahun baru macam terompet, petasan, dan kembang api. Toh, menurut saya apa pula yang perlu dihebohkan pada 365 hari silam?

Meskipun ada beberapa hal yang menjadi award saat 2017 lalu, saya memilih menjadikannya  sebagai suatu kewajiban atau tanggung jawab yang harus saya penuhi. Saya emang tipekal anak yang lebih suka memikirkan kegagalan daripada kesuksesan yang sudah saya capai. Yaa.. cari problem solving lah, “Kenapa saya enggak bisa kayak si A? Sukses seperti B? Plan saya enggak selancar si C? DLL” Sering lhooo saya begitu! Kebanyakan orang menilai saya sebagai “generasi susah fokus”. Soalnya, saya sering melakukan dua atau lebih kegiatan sekaligus dalam periode bersamaan. Semisal kerjaan, pagi dan sore saya siaran, menjelang siang saya membuat mind mapping yang akan dilakukan seharian, siang menuju sore saya memilih handbook dan jurnal sebagai bahan bacaan sekaligus bahan kerjaan saya, malam harinya saya urus konten entah untuk artikel atau bisnis yang sudah tiga tahun vacuum akibat kelalaian saya sendiri.

Beberapa kesalahan yang pernah saya lakukan sampai menjadi suatu habit, diantaranya?

#1.  Habis sholat subuh, tidur lagi

Ini parah sih! Karena hobi jogging saya sedikit kendor, jadi selesai sholat subuh saya memilih kembali selimutan hahaha. Bangun-bangun, eh… udah jam 10.00 aja! Time flies so fast.

#2.  Jarang jogging

Semenjak sepatu lari favorite saya hilang sebelah, saya merasa separuh jiwaku pergi (memang indah semua, tapi berakhir luka~~~) Ditambah, saya lupa password untuk login nike plus running yang biasa saya gunakan untuk mengetahui berapa jarak tempuh dan kalori yang terbakar saat saya lari. Jadilah, #rayamenujusehat hanya sekedar angan-angan.

#3.  Sering makan di luar

Wah! Enggak bisa dihitung kalau ini. Sehari, saya bisa dua kali makan diluar saat makan siang dan makan malam. Alhasil, menu yang masuk di perut mayoritas fast food dan makanan kurang sehat. Terlebih, harga yang harus dibayar juga menguras dompet. Kusedih kalo melihat bill huhu. Kendati belum ada tanggungan (selain BPJS, red) macam biaya anak sekolah atau beli peralatan rumah tangga dan urus suami, tapi saldo tabungan masa depan (duileeeeeh) yang sengaja saya pisahkan ke rekening sebelah mulai menipis.

 

IMG20171202200447
Salah satu makanan favorite :’)

#4.  Kebanyakan minum kopi

Ngeri lah! Kebiasaan saya minum air putih hangat pun berkurang karena kebanyakan begadang bikin saya rutin nyeruput kopi. Padahal, saya bukan pecinta atau penikmat kopi sejati. Wong kalau nongkrong di coffee shop mesennya green tea frappuccino atau jus alpukat.

 

IMG20170922200843
Ritual tumblr day

#5.  Boros

Silahkan akumulasikan poin 3 dan 4, sekiranya begitulah!

#6.  Gonta-ganti dokter kulit

Idih… sensitif nian aing kalau bahas ini. Dua bulan terakhir muka saya jerawatan parah, termasuk saat saya lagi nulis postingan ini. Saya mau berhenti “berhubungan” dengan dokter kulit. Makanya, saya lagi doyan ke drugstore mencari skincare yang cocok untuk wajah saya yang teramat sangat sensitif. Good luck for me!

 

IMG20171121143929
kuingin kembali dengan wajah itu

#7.  Banyak proyek gagal

Entah saya yang kurang kooperatif, konsep saya yang terlalu basi, harga melebihi ekspektasi, atau mereka yang “belum bisa menghargai” ide kreatifitas orang lain dan memilih melipir pergi. Apalagi, kalau partner juga ikutan “kabur” dan “males” untuk sama-sama merintis kembali. Alasannya sih karena tuntutan hidup yang A lah, B lah, sibuk C lah. Susah sih, kalau komitmen, prioritas, dan idealisme seseorang udah tergadai karena materi.

Faktor kesalahan lainnya? Banyak! Makanya, sering saya ditanya keluarga, “mau jadi apa sebenarnya?”. Nah! Saya ngeblank kalau harus menjawab ini. Seharusnya, 10 hari dari sekarang saya kembali ke Jakarta. Meniti hidup dan karir disana. Sayangnya, saya masih sulit move on dari Makassar. Terlalu banyak harapan saya disini. Tepatnya, terlalu besar sih dan bisa jadi “itu” adalah bentuk kesalahan terbesar saya pada 2017! Hal ini juga yang akhirnya bikin saya mikir ulang untuk terus stay di kota yang telah tujuh tahun saya tinggali. Tapi, keinginan saya untuk “menetap” masih sangat besar. Entah, doa teman saya yang mana yang kemudian di kabulkan Allah SWT saat saya sering meminta agar keluarga saya memberikan kesempatan untuk sekali lagi menjajal keberuntungan di kota Daeng.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s