Rekor

“Tiga minggu berhasil menyapu bersih empat drama korea. Rekor!”

Nulis ini sambil apa? Sambil nungguin pesanan makanan tiba, teman yang janjian dari 20 menit lalu tapi tak kunjung datang, booking tiket, dan download drama korea episode terbaru via Viu. Sungguh, saya anaknya doyan multitasking. Tapi entah kenapa, beberapa minggu belakangan saya punya kebiasaan yang bikin diri saya udah gag seasyik dulu (Duileeeeh, seasik apa dah gue?). Semisal nih, pulang kerja lebih suka langsung pulang. Leyeh-leyeh di kasur, ngemil pocky atau happy toss sembari nonton drama Korea. Malah, setiap weekend saya punya kebiasaan ke supermarket untuk stock camilan sebanyak mungkin. Hahahaha.

“Kecanduan” saya terhadap drama Korea berawal dari retaknya hati seorang remaja akibat ketidakjelasan terkait masa depan jalinan asmara. Tsah… Dan remaja tersebut adalah saya hahahaha. Waktu itu, inget banget segala cara saya lakukan untuk menyibukkan diri. Sampai salah seorang sahabat saya, Hilda asyik menyaksikan drama Korea – yang saya lupa judulnya apa – di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kampus. Meskipun kami sudah lulus, kami masih sering bertengger di UKM itu. Apalagi kalau sedang ada kegiatan penting seperti Musyawarah Besar, rapat, de el el. Pertama, saya cuma ngelirik. Kedua, saya lihat dengan durasi sekitar 15 menit saja. Ketiga, saya jadi ikut-ikutan nonton sampai satu episode. Selesainya, saya diam. Kok semacam penasaran dengan episode selanjutnya? Tapi, yaa sudahlah toh saya juga enggak menyaksikan dari awal.

Minggu depannya, saya pulang kantor lebih cepat. 2013, jam kerja saya office hour jadi masih bisa haha hihi nongki cantik dengan teman selepas kerja. Tapi, saya memilih pulang lebih awal karena ingin menyelesaikan packingan jualan beberapa customer. Sembari membungkus rapih beberapa atasan dan bawahan yang saya dagangkan, mata saya tertuju ke sebuah layar TV di kamar kaka saya. Saat itulah, “kealayan” saya muncul bak fans fanatik yang siap membela idolanya. Ialah You’re Beautiful / He Is Beautiful drama Korea pertama yang berhasil menyita perhatian aing. Semenjak nonton itu, saya pribadi merasa ada yang gag wajar. Mulai dari halusinasi bisa punya lelaki setamvan Jang Geun Suk, mimpi berkulit mulus macam Park Shin Hye, dan punya temen laki-laki terbaique layaknya Jung Yong Hwa.

vlcsnap-2018-01-29-16h10m27s86
Jang Geun Suk

vlcsnap-2018-01-29-16h11m06s217
Jung Yong Hwa – Jang Geun Suk
Jung Yong Hwa – Jang Geun Suk
vlcsnap-2018-01-29-16h04m48s24
Apalah gue yang cuma tutup odol

Padahal, kupernah merasa kontra dengan para pecandu drama Korea. Apalagi, kalau mereka tetiba berkata, “Oppa!!!”. Kuingin membalasnya dengan air panas. Pun, merasa asing kalau penduduk komunitas atau forum udah ngebahas Running Man. Owalah, ku kudu piye, nduk? Kadang, saya cuma bisa lempar senyum kecut aja jikalau ada pertanyaan essai yang berhubungan dengan variety show itu. Apalagi, kalau mereka sudah sebut nama idol atau pesohor negeri Ginseng. Ditambah, menunjuk-nunjuk foto yang mereka lihat di laman internet. Bagi aing, itu muka mirip semua gimana cara ngebedainnya 😥

Tapi, semenjak kehadiran babang Jang Geun Suk, saya merasa dunia semakin berwarna. Jiaaaaaah, jilat ludah sendiri sih sebenarnya. Sampai pernah diledekin teman-teman saking hobi nanya, “ada drakor baru enggak?”, “drakor A bagus gag sih?”, “punya drakor B gag? Soalnya yang main bebeb Jang Geun Suk”. Sampai saya sangsi sendiri mencari latar belakang Jang Geun Suk di dunia maya -_- Paling parah sih, pas stress level dewa karena tesis. Hari-hari saya di kampus justru malah sibuk cari episode terbarunya Running Man bareng teman saya, Sem. Oh Lord! ada yang salah dengan kami? Hahahaha.

Tiga minggu belakangan ini, saya malah shock sendiri. Empat drama Korea saya santroni dengan seksama setiap pulang kerja. Mulai dari Radiant Office, Fight For My Way, While You’re Sleeping, dan The Legend of Blue Sea. Tapi, saya masih gagal move on dari pesona akang Ha Seok Jin di Radiant Office. Bagaimana mungkin perawakan nyaris sesempurna itu bisa jatuh kepelukan pegawai kontemporer? (penonton emosional, red). Kalau moodnya lagi bagus, nanti saya review yak! Menurut saya sih, alur ceritanya sangat real karena sering terjadi di dunia kerja. Sekarang, saya tengah menyelesaikan W. Beberapa teman bilang sih bagus tapi sedikit enggak masuk akal, ada juga yang bilang biasa, tapi gag sedikit yang bilang jelek. Berhubung deadline kerjaan juga lagi numpuk, saya nontonnya masih nyicil. Masih nyangkut di episode delapan hihihi. But, seriously bulan ini benar-benar rekor bisa nonton sebanyak itu. Kuterharu dan bimbang sendiri hahahaha.

vlcsnap-2018-01-29-15h55m18s199
While You’re Sleeping – Ketika Suzy menang banyak
vlcsnap-2018-01-29-15h53m06s161
The Legend of Blue Sea – Putri Duyung mah bebas
vlcsnap-2018-01-29-15h50m02s121
Legend of the Blue Sea – kedemenan aing yang pegang papan
vlcsnap-2018-01-29-15h46m17s165
Fight For My Way

vlcsnap-2018-01-29-15h45m28s183

Screenshot_2018-02-02-14-45-40-49
Radiant Office – Ha Seok Jin

Screenshot_2018-02-02-14-43-57-76

Screenshot_2018-02-02-14-41-14-28
Radiant Office – Ngomelin pegawai kontemporer aja masih serupawan itu masa
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s