Kapan Nikah?

“May people spend more time in planning the wedding than they do in planning the marriage

–Zig Ziglar”

 

Sabtu, 25 Agustus 2018 saya memposting sebuat thread yang cukup panjang di akun twitter yang kemudian saya screenshoot dan saya unggah di insta story. Kira-kira seperti ini tulisannya,

“Mari, gue certain dikit perihal menikah yang banyak banget ditanyain sama sebagian orang dan itu sangat memuakkan! Kenapa gue bilang memuakkan? Please… tiap orang punya life goalsnya masing-masing. Belum menikah itu bukan berarti gag mau nikah, Gengs! Bedain! Jadi, gue lumayan terusik dengan statement seseorang yang bilang, “kenapa harus nunggu dua tahun kemudian? Kehalang kontrak kerja? Padahal nikah itu ibadah lho”. Permisi, kantor gue sangat amat berbaik hati dan tidak melarang karyawannya untuk menikah. Teurs kenapa gue musti nunggu dua tahun? Karena menurut gue dua tahun adalah waktu yang seenggaknya bisa bikin gue siap secara mental dan finansial. Perihal nikah itu ibadah, iya gue tahu! Banget! Tapi sementara proses untuk itu, gue masih punya kewajiban ibadah sholat lima waktu, ngaji, sedekah, de el el. Termasuk, menyenangkan dan membanggakan orang tua itu juga ibadah kan? Bukannya sensitif sama pertanyaan, “kapan nikah”. Enggak kok! Gue malah seneng karena seenggaknya kalau gue bilang dua tahun depan, otomatis si penanya bakal ikut mendoakan. Dan emang diumur segini perkara nikah jadi sensitif banget. Padahal banyak lho pencapaian orang yang beda-beda. Contoh, ada teman yang nikah muda yaa mungkin itu jadi pencapaiannya dia. Tapi, ada juga orang lain diumur yang sama diangkat jadi Manager misalnya. Semacam gue, disaat temen kanan-kiri sibuk urus wedding, gue slow aja masih sibuk kerja dan prepare buat lanjut S2. Kenapa? Karena menurut gue yang pengen gue capai dan sangat prioritas itu yaa pendidikan. Tiap orang kan pola pikirnya beda! Terus disaat sekarang mayoritas temen udah punya anak, gue happy aja. Dan gue sangat menghargai pencapaian orang lain. Enggak pernah sekalipun gue nanya ke temen gue, “selesai kuliah langsung nikah? Kenapa gag nyari kerja?” Haram buat gue ngubek-ngubek keputusan orang lain. Intinya, kebutuhan, keputusan, prioritas, dan pencapaian orang itu beda-beda. Enggak bisa digeneralkan. Kalo emang mereka bahagia nikah muda, yaa ikut bahagia. Tapi yaa yang nikah muda jangan asal nyeletuk juga nyuruh kami-kami yang belum mau nikah ini buat segera nyusul. Nikah kan bukan lomba balap lari, Gengs! Dimana yang sampe garis finish duluan, doi yang menang. Cuma yaa emang “timingnya” mereka lebih cepat. Gitu aja! Sampai ketemu di garis finish. Sekian.

Fiuh… lumayan panjang yaa? Hehehe. Sebenarnya ini adalah sebuah singgungan saya terhadap seseorang yang melontarkan pernyataan menohok pada hari yang sama saya membuat thread tersebut. Berulang kali saya menjawab pertanyaan semacam “kapan nikah?”, “kenapa harus tunggu dua tahun?”, “teman yang lain udah nikah, kok masih betah jalan sendirian,” dan sebagainya. Saya hanya bisa melontarkan senyum sembari dalam hati mendoakan yang terbaik. Tapi, lama-kelamaan yaa jadi capek juga. Seketika saya malas dengan guyonan tentang pernikahan yang dilontarkan oleh orang-orang sekitar. Bercanda boleh, tapi jangan menjatuhkan. Kalau pernikahan bisa menjadi bahan lelucon, enggak menutup kemungkinan masalah keluargamu kelak juga bisa jadi bahan ejekan sekitar.

Ada sebagian orang. Beberapa diantaranya berubah. Tepatnya, pola pikir mereka yang berubah terkait pernikahan. Tidak sedikit yang memaknai pernikahan adalah sebuah keberhasilan. Jadi, yaa… kalau kalian belum nikah, siap-siap aja dibully karena dikategorikan tidak berhasil. Dijadikan bahan perbincangan oleh orang-orang terdekat kalian. Padahal, pernikahan bagi saya adalah proses pendewasaan sebuah hubungan. Tapi yaa… namanya juga manusia dengan cara berpikir mereka yang selalu berbeda. Dimaklumi saja. Saya pribadi maklum sebatas mengerti. Efeknya beberapa orang menjadi sangat insecure dan menarik diri dari beberapa lingkungan juga media sosial. Termasuk, saya. Sejenak, saya ingin memberikan waktu sedikit untuk diri sendiri.

 

IMG_7802

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s